Tips untuk Cacingan


Infeksi cacing usus atau biasa disebut dengan cacingan umumnya banyak terjadi pada anak-anak, karena mereka tidak terlalu memperhatikan kebersihan. Namun cacingan juga dapat menyerang orang dewasa. Ada beberapa macam cacingan tergantung dari jenis cacing yang menginfeksinya, yang paling sering ditemui di dalam usus manusia yaitu cacing gelang, cacing kremi, cacing cambuk, cacing pita, dan cacing tambang. Cacing–cacing tersebut masuk ke dalam perut/usus melalui mulut, Cacing dapat masuk ke dalam tubuh (usus) karena kurangnya menjaga kebersihan, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, pembuangan feses (kotoran manusia) di sembarang tempat, atau lalat yang hinggap di makanan. Cacing-cacing tersebut bertelur di usus dan cacing yang sudah matang dikeluarkan bersama dengan feses. Walaupun cacingan sepertinya merupakan penyakit ringan, namun cacing atau larvanya dapat menyebar dan menginfeksi organ lainnya sehingga menimbulkan gangguan penyakit yang lebih berat.
Berikut ini beberapa jenis infeksi cacing pada manusia.
1.Infeksi Cacing Kremi (Oxyuriasis)

Disebabkan oleh cacing kremi (Oxyuris vermicularis) atau disebut juga cacing kerawit, yaitu cacing kecil halus seperti benang, berwarna putih dengan panjang kira-kira 3-5 mm pada cacing jantan dan yang betina sekitar 8-13 mm. Infeksi cacing ini biasa ditemukan di daerah tropis dan sedang dengan sanitasi yang kotor, terjadi pada anak-anak yang berumur sekitar 5-14 tahun terutama dengan kebiasaan memasukan tangan ke dalam mulut. Jenis cacing ini akan memakan isi usus, cacing betina pindah dan bertelur di usus sebelah bawah (sekitar anus). Telur–telurnya akan merayap keluar menuju dubur sehingga menimbulkan rasa gatal. Bila digaruk dengan tangan akan menempel di ujung kuku dan dapat masuk ke dalam mulut ketika memasukan makanan. Gatal terutama pada malam hari sehingga mengganggu tidur, juga menyebabkan iristasi kulit, pada anak perempuan kadang terjadi radang vagina.
2.Infeksi cacing Gelang (Ascariasis)

Penyakit cacingan yang disebabkan oleh infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) yang hidup dalam usus halus manusia. Cacing ini tergolong jenis cacing besar, berukuran sekitar 20-30 cm, berwarna merah dadu dan putih. Telur-telur cacing gelang keluar dari tubuh manusia bersama dengan kotoran (feses). Cacing gelang masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi feses manusia, misalnya melalui lalat yang menghinggapi makanan atau sayur yang terkontaminasi telur cacing gelang yang tidak dicuci dengan bersih.
Gejala atau tanda terinfeksi cacing gelang yaitu perut terasa tidak enak, lesu, tidak napsu makan, muka pucat, mual, badan kurus, dan perut buncit. Fesesnya encer, kadang bercampur lendir dan darah, cacing tampak keluar dalam feses. Larva cacing gelang dapat masuk melalui pembuluh darah atau limfe, bila menyerang paru-paru dapat menyebabkan radang paru dan batuk. Sedangkan cacing gelang yang dewasa dapat bermigrasi ke usus buntu hingga menyebabkan radang usus.
3.Infeksi Cacing Pita (Taeniasis)

Cacing pita (Taenia sp.) bentuknya panjang pipih menyerupai pita, kepalanya kecil dan mempunyai kait untuk melekatkan diri pada dinding usus. Cacing pita mempunyai banyak jenis, tetapi ada tiga yang biasa dikenal yaitu cacing pita daging, cacing pita ikan dan cacing pita babi. Jenis cacingan ini disebabkan pengkonsumsian daging (terutama sapi dan babi) yang mengandung cacing pita dan memasaknya kurang matang.
Gejala atau tanda terinfeksi cacing pita antara lain : perut terasa mulas dan mual, kadang perih dan tajam menusuk-nusuk tetapi akan hilang sesudah makan. Selain itu muka pucat, pusing, kurang nafsu makan, dan feses berlendir.
Pencegahan
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari infeksi cacing usus, antara lain :
– jagalah kebersihan pribadi, makanan dan lingkungan dengan baik
– mencuci tangan dengan bersih terutama sebelum makan dan setelah buang air besar,
– menggunting kuku dan hindari kebiasaan menggigit kuku
– cuci sayur dengan bersih dan masak daging hingga benar-benar matang
– sediakan fasilitas jamban yang memadai, jangan buang air besar sembarangan
– sebaiknya anak-anak diberi obat cacing setiap 6 bulan sekali


Herba untuk memberantas Cacingan
Selain dengan obat modern, cacingan juga dapat dilawan dengan obat alami dari herba/tumbuhan obat yang berkhasiat sebagai anthelminthik (anti-cacing), antara lain adalah biji pinang (Areca catechu), biji wudani (Quisqualis indica), kulit dan akar delima (Punica granatum), biji labu kuning (Cucurbita moschata), temu giring (Curcuma heyneana), biji dan akar pepaya (Carica papaya), bawang putih (Alium sativum), ketepeng (Cassia alata), mindi kecil (Melia azedarach). Secara empiris (pengalaman) berbagai tumbuhan obat tersebut efektif mengatasi cacingan, diantaranya juga telah dilakukan penelitian dan terbukti mengandung senyawa aktif yang berkhasiat anthelminthik.
Pada biji pinang mengandung arekolin yaitu salah satu alkaloid yang berfungsi sebagai obat cacing. Kulit buah dan akar delima mengandung alkaloid dan tanin yang berkhasiat anthelminthik terutama pada cacing gelang dan cacing pita. Senyawa potassium quisqualata yang terkandung pada buah wudani dapat membunuh cacing usus. Komponen aktif lainnya yang berkhasiat anthelminthik adalah glukosida cacirin yang terkandung dalam buah pepaya, cucurbitin pada biji labu kuning, diallil disulfida pada bawang putih, serta toosendanin yang terkandung pada kulit batang dn kulit akar mindi.
Berikut beberapa contoh resep herbal untuk mengatasi cacingan.
Resep 1.
15 gram biji pinang kering di tumbuk + 60 gram biji labu kuning yang kering ditumbuk + 15 gram kulit delima kering. Semua bahan direbus dengan 600 cc air (dengan api kecil) hingga tersisa 200 cc, disaring, setelah dingin airnya diminum. (untuk semua jenis cacing).


Resep 2.
Biji wudani disangrai sampai matang, lalu dimakan dengan dikunyah ½ jam sebelum makan. Anak kecil 3-15 biji sehari, dewasa 15-30 biji sehari, dibagi untuk 3 kali makan. Lakukan berturut-turut selama 15 hari (satu keur). Setelah satu bulan dimakan satu keur lagi. (untuk cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang, cacing cambuk).
Resep 3.
20 gram temu giring segar + 15 gram temu hitam segar + 2 siung bawang putih, dicuci dan didihaluskan atau diblender dengan menambahkan 100 cc air hangat, disaring, diminum pada pagi hari setengah jam sebelum makan. (untuk cacing kremi dan cacing gelang)
Catatan : pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. untuk perebusan gunakan panci enamel, peruk tanah, panci kaca/pyrex.

Sumber : Source

Ciri-Ciri Cacingan, Penanganan dan Pengobatan

Postingan dengan judul Ciri-Ciri Cacingan, Penanganan dan Pengobatan awalnya hanya karena seorang teman di kantor yang berbicara mengenai cacingan dan beli obat cacing. Katanya sih kita wajib minum obat cacing setiap enam bulan satu kali, karena badan dari teman ini agak kurus namun perutnya agak buncit maka saya bilang ke teman saya bah sebenarnya dia yang wajib minum obat cacing karena ciri-ciri orang yang cacingan adalah berbadan kurus dan perutnya buncit karena hal ini disebabkan nutrisi makanan diserap cacing yang ada di dalam perut sehingga tetap kurus dan karena jumlah cacing yang semakin banyak maka perut akan menjadi buncit, hahaha kami semua pun tertawa. Karena tidak percaya akhirnya kamipun mencari di google mengenai hal ini. Akhirnya terpikirlah untuk menjadikannya sebuah ide postingan.

Cacingan bisa saja terjadi pada orang dewasa, namun kecenderungannya lebih banyak terjadi pada anak-anak karena anak-anak lebih sulit untuk menjaga kebersihan terutama pada saat mereka bermain. Kurangnya pemahaman dan kesadaran akan manfaat kebersihan membuat anak tidak perduli dengan kebersihan mereka di tambah sikap orang tua yang juga menganggapnya sepele bisa membuat tingkat kejadian cacingan pada anak menjadi lebih besar. Ini sangat berbeda jauh dengan orang tua yang sudah paham dan sadar akan kebersihan, sehingga bilapun ada orang dewasa yang cacingan, jumlahnya sangat minim.

Ciri-Ciri Orang yang Cacingan

Berdasarkan jenis cacing yang menginfeksinya:

  • Cacing kremi : Gejalanya adalah rasa gatal di sekitar daerah anus atau vulva (kemaluan wanita). Gejala ini akan memburuk di malam hari ketika cacing kremi biasanya akan keluar dari permukaan tubuh untuk menaruh telurnya di sekitar anus/vulva. Cacing juga biasanya dapat terlihat di feses.
  • Cacing gelang : Biasanya tidak menimbulkan gejala, meskipun untuk jenis toxocara canis dapat menyebabkan masalah penglihatan apabila terdapat di mata karena menimbulkan radang & luka pada retina mata. Cacing gelang ini juga dapat berpindah ke bagian paru-paru menyebabkan timbulnya batuk & asma, serta menimbulkan bengkak di organ tubuh lain.
  • Cacing pita : Dapat menimbulkan rasa sakit di daerah perut. Cacing pita dapat menutupi daerah otot, kulit, jantung, mata & otak.

Gejala yang bisa dilihat secara umum

  • Wajah agak pucat, lesu dan kurang bergairah
  • Kurus dan perut agak buncit
  • Berat badan tidak naik-naik meski nafsu makan tidak berkurang
  • Pada anak(bayi) tampak gelisah dimalam hari dan sering-garuk pantat (bagian anus)
  • Sering mengalami gangguan lambung, mulas, diare atau sulit buang air besar (seperti gejala penyakit maag)
  • Suka batuk
  • Dan lain-lain.

Apabila terjadi infeksi yang lebih lanjut menunjukkan cacing sudah berpindah tempat dari usus ke organ lain, sehingga menimbulkan kerusakan organ & jaringan, dapat timbul gejala :

  • Demam
  • Adanya benjolan di organ/jaringan tersebut
  • Dapat timbul reaksi alergi terhadap larva cacing
  • Infeksi bakteri
  • Kejang atau gejala gangguan syaraf apabila organ otak sudah terkena


Penangan Cacingan
Karena terkadang sulit mendeteksi orang yang cacingan, maka anda harus rutin untuk minum obat cacing setiap enam bulan satu dosis yang sesuai dan dianjurkan. Jika anda sudah mengetahui jika terkena cacingan , segera bawa ke Dokter agar dapat diperiksa lebih lanjut kejadian cacingan yang menyerang anggota keluarga kita. Sehingga anda bisa mendapatkan obat cacingan yang diresepkan dan sesuai.

Pengobatan Cacingan
Obat yang mempunyai efek sebagai anti parasit dapat digunakan untuk pengobatan cacingan ini, ada 2 jenis obat yang biasa digunakan yaitu :
Pyrantel pamoat
Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya adalah :
Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal
Mebendazole
Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya, sama dengan dosis diatas, yaitu:
Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal

Apabila ada anggota keluarga yang terkena cacingan, sebaiknya pengobatan juga diberikan untuk seluruh anggota keluarga untuk mencegah/mewaspadai terjadinya penularan cacingan tersebut. Selama masa pengobatan hindari penularan cacingan ke anggota keluarga lain dengan cara mencuci tangan dengan sabun setiap habis ke toilet atau sebelum menyentuh makanan, hindari juga untuk menyentuh mulut dengan tangan yang belum dicuci.

Ada baiknya juga, untuk mencegah terjadinya cacingan, anda bisa minum obat cacing setiap enam bulan satu kali. Ini sesuai dengan anjuran yang ada.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Source

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s