Masalah menyusui dan solusi dan tekniknya


Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan menyusui :
– Ibu yakin diri dan berniat mau menyusui.
– Ibu cukup minum dan makan makanan bergizi.
– Ibu dalam keadaan pikiran yang tenang, tentram dan santai.
– Cara meletakkan bayi dan meletakkan putting pada mulut bayi dengan benar.
– Makin sering payudara dihisap bayi, makin banyak produksi ASI.
– Makin sering bayi didekap dan disayang, makin banyak produksi ASI.
– Pengertian dan dukungan keluarga, terutama dari suami sangat penting.

PESAN-PESAN PENTING UNTUK IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI
• Persiapkan diri untuk menyusui sejak hamil.
• Susui bayi segera dalam 30 menit setelah lahir.
• Berikan kolostrum (cairan susu pada hari-hari pertama) pada bayi baru lahir. Hindarkan pemberian makanan/minuman (air gula dll). Sebelum ASI keluar.
• Susui bayi dari kedua payudara secara bergantian. Puting dan sebagian besar areola (bagian hitam sekeliling putting) harus masuk ke mulut bayi untuk menghindari lecet putting.
• Berikan ASI saja selama 6 bulan pertama (menyusui eksklusif), tanpa makanan dan minuman lain.
• Berikan ASI sesering mungkin, tanpa dijadwal, terutama selama 6 bulan pertama, termasuk pada waktu malam hari.
• Mulai berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk makanan lumat pada umur di atas 6 bulan.
• Teruskan menyususi walaupun ibu dan bayi sakit. Apabila bayi di atas umur 6 bulan sakit, berikan Makanan Pendamping ASI ( MP-ASI) lebih lunak dari biasa, dan kalau sudah sembuh, berikan makanan lebih banyak.
• Menyusui sedapatnya terus dilakukan sampai anak berusia 1-2 tahun.
• Menyapih dilakukan secara bertahap.
• Jagalah kebersihan ibu dan bayi, lingkungan dan peralatan yang digunakan waktu memberi makan bayi.
• Perhatikan gizi/makanan ibu waktu hamil dan menyusui. Ibu memerlukan makanan dan minuman lebih banyak selama hamil dan menyusui.

IBU BEKERJA
Kalau ibu bekerja di luar rumah :
– Susui bayi sebelum dan sesudah pulang kerja.
– Keluarkan ASI di tempat kerja, simpan dalam lemari ES atau termos es.
– Berikan ASI pada bayi esok harinya oleh pengasuh selama ibu masih di tempat kerja; dan
– Berikan ASI dengan sendok, jangan dengan botol.

MASALAH MENYUSUI
1. Puting susu Datar/Terbenam

Cara mengatasinya :
Waktu persalinan, tariklah puting perlahan-lahan agar dapat menonjol. Selanjutnya, lakukanlah kegiatan ini minimal dua kali sehari selama lima menit. Anda dapat pula menggunakan pompa susu agar puting dapat menonjol.

2. Payudara Bengkak
Biasanya pada hari ke-3 atau ke-4 setelah melahirkan, payudara terasa membengkak dan disertai rasa nyeri. Hal ini terjadi karena ASI yang dihasilkan lebih banyak daripada yang dihisap bayi.

Cara mengatasinya :
– Susui bayi sesering mungkin (tanpa dijadwal)
– Keluarkan sedikit ASI dengan tangan agar payudara menjadi lunak.
– Untuk mengurangi rasa nyeri kompres payudara dengan lap hangat.
– Lakukan pengurutan perlahan-lahan mulai dari puting kearah pangkal.

3. Puting Lecet
Biasanya hal ini disebabkan oleh karena posisi menyusui atau cara mengisap yang salah.

Cara mengatasinya:
– Mulailah menyusui dengan payudara/puting yang tidak sakit.
– Susui bayi sebelum ia lapar agar mengisapnya tidak terlalu kuat.
– Pada waktu menyusui, mulut bayi harus menutupi sebagian besar lingkaran di sekitar puting (areola).
– Jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol.
– Perhatikan cara melepaskan mulut bayi dari putting setelah selesai menyusui. Letakkan jari kelingking anda disudut bawah mulut bayi.
– Keluarkan sedikit ASI untuk dioles pada putting selesai menyusui.
– Biarkan putting kering sebelum memakai BH
– Kalau lecet tidak sembuh dalam 1 minggu, segera periksa ke dokter, bidan atau puskesmas.

4. Peradangan Payudara
Biasanya terjadi pada 1-3 minggu setelah melahirkan. Tanda-tandanya adalah :
– Kulit payudara tampak lebih merah.
– Payudara mengeras.
– Payudara nyeri dan benjol-benjol.
– Biasanya terjadi pada satu payudara saja, jarang sekaligus dua-duanya.

Cara Mengatasinya :
– Susui bayi sesering mungkin (tanpa dijadwal)
– Perbaiki cara meletakkan bayi meletakkan putting pada mulut bayi untuk mencegah terjadinya lecet/radang.

APAKAH TEMPAT KERJA SAYANG BAYI ?
• TKSB yaitu tempat kerja yang mempunyai kebijakan mendukung nakerwan (tenaga kerja wanita) dan keluarga naker agar berhasil menyusui.
• Memberikan izin kesempatan nakerwan untuk menyusui bayinya atau mengeluarkan ASI dalam jam kerja.
• Menyediakan sarana penunjang ruang menyusui, yaitu : Ruang bersih higienis tenang aman nyaman menyenangkan untuk menyusui atau mengeluarkan ASI dan menyimpan ASI> dilengkapi kemari es, meja kursi, kran air bersih, tanpat sanpah bahkan informasi ASI.
• Mempunyai petugas/tenaga terlatih tentang ASI.
• Memberikan penyuluhan/konseling ASI.
• Dapat menyediakan TPA/TPB (tempat penitipan asuhan bayi) ditempat kerja/dilingkungannya.

APAKAH KEUNTUNGAN “SAYANG BAYI” BAGI TEMPAT KERJA/PERUSAHAAN ?
• Mengurangis eringnya perggantian staf yang sudah terlatih karena melahirkan.
• Mengurangi cuti sakit atau cuti pribadi karena anak jarang sakit.
• Mengurangi absent karyawan.
• Mengurangi biaya kesehatan.
• Meningkatkan produktivitas kerja, kepuasaan kerja, moral kerja.
• Meningkatkan citra dan reputasi tempat kerja.
• Menambah insentif bagi tenaga kerja wanita.
• Meningkatkan tenaga kerja masa depan yang lebih baik.

Sumber : BKPPASI/YASIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s